Agresi militer Belanda di indonesia

 74 TAHUN YANG LALU, sekitar pukul 05:15 WIB pasukan Belanda menyerbu ibukota Republik Indonesia di daerah Yogyakarta dalam misi Operasi Krai disebut juga dengan(Operasi Gagak). Kita mengenal peristiwa ini dinamai dengan Agresi Militer Belanda II. Setidaknya sekitar 2.600 prajurit Belanda dikerahkan dalam aksi ini, yang terdiri dari 3 Divisi KL,AD Kerajaan Belanda.23 Batalyon Infanteri KNIL, yang didukung pasukan kavaleri, artileri, zeni, pesawat tempur, dsb. Misinya : Menghancurkan status Indonesia sebagai negara kesatuan, menguasai Yogyakarta yang ketika itu menjadi ibu kota negara dan menangkap para pemimpin Republik.


Operasi Krai dipimpin langsung oleh Panglima Tentara Belanda di Indonesia, Letnan Jenderal Simon Hendrik Spoor.

Pada Hari itu ditanggal 19 Desember 1948, ia memimpin serangan langsung dari udara. Menggunakan pesawat bomber Amerika Serikat B-25 Mitchell, ia menyaksikan pasukannya meluluhlantakan pertahanan ibukota RI di Yogyakarta. Foto diatas memperlihatkan Letjen S.H Spoor tiba di Lapangan Udara Kalibanteng, Semarang (yg sa'at ini bernama Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani) setelah serangan Belanda dilakukan. Kedatangannya disambut para petinggi militer Belanda atas kesuksesannya merebut ibukota RI. Letjen s.h spoor terkenal dengan sebutannya "Republiek is maar een verhaal" yang berarti "Republik tinggal cerita".


Naasnya bagi pihak Belanda, Agresi Militer Belanda II mereka menang dalam segi militer. Tetapi, bagi Indonesia menang atas dukungan dari mata Dunia. Dimana Belanda mengganggu perdamaian dunia pasca Perang Dunia II. Yang ujung-ujungnya Belanda mengakui keberadaan Republik Indonesia di mata Dunia. Dan juga pemerintahan darurat Indonesia masih ada di Sumatera walaupun Ibukota telah dikuasai dan Presiden serta Wapres RI ditahan.


Setelah dari Semarang, Letjen S.H Spoor menuju ke Batavia untuk melaporkan kesuksesannya kepada Dr. Bell, Wakil Tinggi Mahkota Kerajaan Belanda. Ketika sampai di kediaman Dr. Bell, Letjen S.H Spoor bertemu dengan pemantau militer dari Amerika Serikat. Perwira tersebut berkata kepada Letjen S.H Spoor sembari menyindir : "What a lovely day to start a war!" (Hari yang sangat menyenangkan untuk memulai sebuah perang!)


Sumber foto : Dienst voor Legercontacten Indonesiƫ

Fotografer : T. Schilling dan J. Zijlstra

Comments